DISUSU OLEH :
MIFTAHUL MA’RUF
DEDI APRIANTO
ANDI
FAUZI
, A
JURUSAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Faktor produksi tanah
Produksi adalah
usaha
menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan.
Dalam kegiatan usahatani selalu diperlukan faktor-faktor produksi berupa lahan,
tenaga kerja, dan modal yang dikelola seefektif dan seefisien mungkin sehingga
memberikan manfaat sebaik-baiknya. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah
tentang faktor produksi tanah.
Tanah
sebagai salah
satu faktor produksi merupakan pabrik hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana
produksi berjalan dan darimana hasil produksi ke luar. Faktor produksi tanah
mempunyai kedudukan paling penting. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa
yang diterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya.
Pengertian tanah
Pengertian
tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan
menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara
dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn,
B, dan Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang
berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu
tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang
produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman
pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.
JENIS-JENIS TANAH
1. Tanah Humus Tanah yang sangat
subur berasal dari pelapukan daun dan batang di hutan hujan tropis yang lebat.
2. Tanah Pasir Tanah yang kurang
baik bagi pertanian. Terbentuk dari pelapukan batuan beku serta sedimen yang
memiliki butir kasar dan berkerikil.
3. Tanah Aluvial Tanah yang dibentuk
dari lumpur sungai yang mengedap di dataran rendah.
4. Tanah Podzolit Tanah subur yang pada
umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi
5. Tanah Vulkanik Tanah yang
terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi dengan zat hara yang tinggi
6. Tanah Laterit Tanah yang tadinya
subur menjadi tidak subur karena unsur hara pada tanah tersebut terbawa oleh
air hujan.
7. Tanah Mediteran Tanah yang
terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur 8. Tanah Gambut Tanah Yang terbentuk
dari lapukan tumbuhan rawa
FUNGSI TANAH
Lima fungsi utama tanah adalah
1) Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman.
2) Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan
unsur-unsur hara).
3) Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu
tumbuh, hormon, vitamin, asam-asam organik, antibiotik, toksin anti hama, dan
enzim yang dapat meningkatkan ketersediaan hara) dan siklus hara.
4) sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif
karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer
dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan
hama dan penyakit tanaman.
5)
lokasi pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor,
supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara.
Macam-Macam Pengolahan Tanah
a. Pengolahan Tanah Primer
Kegiatan pengolahan tanah pertama (awal) dengan kedalaman lebih dari 15 cm s.d 90 cm
1) Tujuan
Adapun tujuan pengolahan tanah primer adalah untuk:
a) Memberantas gulma
b) Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman
c) Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik
d) Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai
e) Meratakan tanah
f) Mencampur pupuk dengan tanah
g) Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi
Macam-Macam Pengolahan Tanah
a. Pengolahan Tanah Primer
Kegiatan pengolahan tanah pertama (awal) dengan kedalaman lebih dari 15 cm s.d 90 cm
1) Tujuan
Adapun tujuan pengolahan tanah primer adalah untuk:
a) Memberantas gulma
b) Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman
c) Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik
d) Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai
e) Meratakan tanah
f) Mencampur pupuk dengan tanah
g) Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi
b.
Pengolahan Tanah Skunder
Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah menjadi gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.
Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah menjadi gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.
METODE PENGOLAHAN LAHAN :
a. Continuous
Dilakukan
dengan melakukan pengolahan dari salah satu sisinya dan berakhir pada sisi yang
berseberangan
b. Headland
Pengolahan
tanah dilakukan dalam arah berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Pada
sisi lahan yang panjang, bajak diturunkan (dilakukan pengolahan tanah) di mulai
dari sisi terluar lahan. Setelah traktor sampai pada ujung lahan, bajak
diangkat dan traktor melintasi sisi tersebut menuju sisi panjang lahan yang
lain (berseberangan) untuk pengolahan tanah berikutnya. Demikian
dilakukan seterusnya hingga seluruh lahan terolah dan pengolahan tanah akan
berakhir di bagian tengah lahan
Datar pustaka
Komentar
Posting Komentar